BI Optimistis Rupiah Segera Stabil Meski Masih Tertekan Dolar AS

BI Optimistis Rupiah Segera Stabil Meski Masih Tertekan Dolar AS
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan optimisme bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali stabil meskipun saat ini masih mengalami tekanan di pasar keuangan. Pernyataan tersebut disampaikan Perry seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Perry belum dapat memastikan kapan stabilisasi tersebut akan terjadi. Namun pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar serta menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden bahwa kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam situasi yang baik. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap aman dan mampu mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Purbaya juga menyebut fondasi fiskal Indonesia masih cukup kuat di tengah tekanan global.
Untuk menjaga kepercayaan investor, pemerintah akan meningkatkan komunikasi dan sosialisasi kepada pelaku pasar. Strategi ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia tetap terjaga.
Sebagai langkah nyata, pemerintah telah mulai masuk ke pasar obligasi dengan meningkatkan investasi pada surat utang negara. Strategi ini dilakukan untuk menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia sehingga dapat membantu memperkuat nilai tukar rupiah. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi fiskal baru sesuai arahan Presiden Prabowo yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah tercatat melemah ke posisi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga turun ke Rp17.666 per dolar AS dari posisi Rp17.496 per dolar AS.



