Kementerian-BUMN Keroyokan Masuk Kopdes Merah Putih, Ini Daftarnya

Ringkasan AI
Ringkasan
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengintegrasikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan Pemprov DKI Jakarta. Kerja sama ditandatangani bersama Kemendukbangga/BKKBN, Kementerian PPPA, BPJS Ketenagakerjaan, PIP, dan BSN untuk pengembangan produk kelompok perempuan, layanan kesehatan, perlindungan tenaga kerja, standarisasi, serta pembiayaan usaha mikro.
Kopdes Merah Putih disiapkan menjadi pusat layanan masyarakat, termasuk gerai obat dan klinik, sekaligus kanal pemasaran produk kelompok perempuan. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan perluasan kepesertaan karena dari 142 ribu koperasi, baru sekitar 9 ribu terdaftar, sementara program ini ditargetkan mencakup 81 ribu koperasi.
Dampak
Bagi desa dan pelaku usaha mikro, kolaborasi ini menghubungkan program pemerintah ke tingkat desa melalui koperasi, termasuk akses pembiayaan mikro, standar mutu produk, dan perlindungan jaminan sosial kerja bagi pengurus, pekerja, serta anggota yang bekerja.
Keterlibatan perempuan dalam kepengurusan dan transformasi kelompok binaan menjadi badan usaha koperasi memperluas peluang usaha dan pemasaran melalui gerai Kopdes Merah Putih.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mulai mengintegrasikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan berbagai kementerian, lembaga, hingga BUMN. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan produk kelompok perempuan, layanan kesehatan, perlindungan tenaga kerja, standarisasi produk, hingga pembiayaan usaha mikro.
Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Kementerian Koperasi dengan Kemendukbangga/BKKBN, Kementerian PPPA, BPJS Ketenagakerjaan, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Badan Standardisasi Nasional (BSN), serta Pemprov DKI Jakarta.
Ferry mengatakan kolaborasi lintas kementerian ini bertujuan memperkuat operasional Kopdes Merah Putih sekaligus menghubungkan berbagai program pemerintah langsung ke desa. Kelompok binaan perempuan dan keluarga nantinya didorong bertransformasi menjadi badan usaha koperasi.
Selain itu, produk hasil kelompok perempuan juga akan dipasarkan melalui gerai Kopdes Merah Putih. Koperasi tersebut juga disiapkan menjadi pusat layanan masyarakat, termasuk melalui unit usaha gerai obat dan klinik kesehatan.
Dalam kerja sama itu, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan sosial bagi pengurus, pekerja, hingga anggota koperasi yang memiliki aktivitas kerja. Sementara BSN membantu standarisasi produk koperasi dan PIP mendukung pembiayaan usaha melalui skema keuangan mikro.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan pihaknya mendorong keterlibatan perempuan dalam struktur pengurus Kopdes Merah Putih. Menurutnya, di sejumlah koperasi yang telah berjalan, perempuan justru terlihat lebih progresif dalam mengembangkan usaha koperasi.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyebut kerja sama ini membuka potensi besar penambahan peserta baru. Dari hampir 142 ribu koperasi di Indonesia, baru sekitar 9 ribu yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sementara program Kopdes Merah Putih ditargetkan mencakup sekitar 81 ribu koperasi.
Sumber: CNBC Indonesia



