6.100 koperasi Merah Putih Terbentuk di Sumut, Ratusan Gerai Siap Beroperasi

Ringkasan AI
Ringkasan
Pemprov Sumatera Utara mencatat 6.100 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di 33 kabupaten/kota. Sebanyak 98 persen koperasi sudah terintegrasi ke Sistem Informasi koperasi Desa (Simkopdes) untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan.
Pembangunan fisik juga dipercepat dengan 1.685 titik lahan masih berproses, sementara 353 gerai telah selesai dan siap beroperasi. Pemprov menekankan kesiapan kelembagaan, keberlanjutan usaha, serta pelatihan SDM pengurus.
Dampak
Integrasi digital dan percepatan gerai mempercepat akses layanan koperasi di desa/kelurahan, termasuk simpan pinjam dan unit layanan ekonomi. Penguatan pelatihan dan pendampingan menentukan profesionalitas pengelolaan simpanan anggota serta dampak ekonomi bagi warga.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 6.100 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk di seluruh wilayah Sumut. Kepala Dinas koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut, Ady Putra Parlaungan, menyampaikan capaian itu dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026). Ia menyebut ribuan badan hukum KDKMP tersebut tersebar di desa dan kelurahan pada 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Dari sisi akuntabilitas, Ady mengatakan 98 persen koperasi yang sudah terbentuk telah terintegrasi ke dalam sistem digital Sistem Informasi koperasi Desa (Simkopdes). Integrasi ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola, pelaporan, dan pengawasan aktivitas koperasi. Pemerintah daerah juga menargetkan percepatan digitalisasi berjalan seiring dengan kesiapan operasional di lapangan.
Selain pembentukan badan hukum dan integrasi digital, Pemprov Sumut turut mempercepat infrastruktur pembangunan fisik serta gerai KDKMP. Ady menyebut ada 1.685 titik lahan yang masih dalam proses pembangunan. Sementara itu, 353 gerai dilaporkan sudah selesai 100 persen dan siap melayani masyarakat.
Ady menegaskan koperasi yang telah berjalan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi pusat ekonomi desa. Ia mencontohkan progres pembangunan di Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang dinilai menggembirakan, dengan capaian lebih dari 64 persen dari target. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kesiapan daerah dalam mengakselerasi program hingga tahap layanan.
Namun, Ady menekankan target program tidak hanya pembangunan fisik bangunan koperasi, melainkan juga mencakup kesiapan kelembagaan dan keberlanjutan usaha. Pemerintah daerah terus mendorong agar koperasi yang sudah dibangun dapat segera beroperasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penguatan sumber daya manusia (SDM) koperasi juga menjadi perhatian karena sebagian besar pengurus masih membutuhkan pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, dan kemitraan.
Ia menyatakan pembinaan intensif akan terus dilakukan agar modal kolektif dari simpanan anggota bisa dikelola secara profesional untuk kesejahteraan warga. Ady juga menyampaikan optimisme bahwa dengan kolaborasi yang kuat, koperasi Merah Putih dapat hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Menurut dia, koperasi ini diharapkan turut mendukung ekosistem simpan pinjam serta pengembangan unit layanan lainnya.



