ACCES 2026 Diluncurkan, Pengusaha Menengah Didorong Lebih Mudah Akses Pendanaan

Ringkasan AI
Ringkasan
Kementerian UMKM meluncurkan program ACCES 2026 untuk memperkuat akses pembiayaan dan investasi bagi pengusaha menengah melalui pemetaan profil usaha, edukasi, pendampingan, serta business matching. Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menekankan peran usaha menengah sebagai penghubung usaha kecil dengan korporasi besar, namun masih terkendala akses pendanaan.
ACCES 2026 menggandeng 29 lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan dengan dukungan OJK serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah. Pada 2025, ACCES menyalurkan Rp53,3 miliar kepada 56 pengusaha; target 2026 naik menjadi Rp70 miliar, dengan peluang pendanaan hingga Rp20 miliar per pengusaha melalui ACCES Capital.
Dampak
Pengusaha menengah mendapat jalur terintegrasi untuk meningkatkan kesiapan bisnis agar lebih bankable dan investment ready. Program ini juga memperluas ekosistem pembiayaan melalui kolaborasi lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan asosiasi.
JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadirkan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) 2026 untuk memperkuat dukungan pembiayaan dan investasi bagi pengusaha menengah di Indonesia. Program ini disiapkan dengan skema terintegrasi, mulai dari pemetaan profil usaha, edukasi, pendampingan, hingga business matching pembiayaan agar usaha menengah dapat berkembang dan lebih kompetitif.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza saat Kick Off ACCES 2026 di Jakarta menegaskan usaha menengah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara usaha mikro dan kecil dengan korporasi besar. Sektor ini dinilai berperan menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan inovasi, namun masih menghadapi tantangan besar untuk memperoleh akses pembiayaan. “UMKM terus ditempatkan sebagai fondasi kekuatan ekonomi nasional,” ujar Helvi.
Helvi menambahkan, UMKM bukan hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi juga berpotensi melahirkan pengusaha besar baru, terutama dari kelompok usaha menengah. Melalui ACCES 2026, pemerintah menargetkan pengusaha menengah memperoleh akses pendanaan yang lebih luas sekaligus pendampingan agar semakin siap secara bisnis, lebih bankable, dan investment ready. Program ini juga diposisikan sebagai langkah memperluas akses investasi sekaligus memperkuat daya saing usaha menengah.
Selain ACCES, Kementerian UMKM turut menjalankan penguatan ekosistem melalui pengembangan klaster usaha. Strategi klaster dipandang dapat meningkatkan kapasitas dan skala usaha, terutama bagi pelaku usaha mikro yang memiliki potensi naik kelas ketika berada dalam ekosistem yang saling mendukung, termasuk kemitraan dengan koperasi dan pelaku usaha lain di rantai pasok.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menjelaskan, ACCES 2026 menggandeng 29 lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program ini juga melibatkan kementerian/lembaga, akademisi, asosiasi UMKM, serta dinas terkait di daerah untuk memperluas jangkauan pendampingan dan pembiayaan.
Pada 2025, program ACCES tercatat menyalurkan pembiayaan Rp53,3 miliar kepada 56 pengusaha menengah di berbagai daerah. Untuk 2026, Kementerian UMKM menargetkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp70 miliar, dengan pendaftaran melalui ACCES Capital dan peluang memperoleh pendanaan hingga Rp20 miliar untuk setiap pengusaha.



