Menkop Ferry Juliantono Resmi Jabat Ketua Harian MES Periode 2026–2031

Ringkasan AI
Ringkasan
Kepengurusan baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2026–2031 dikukuhkan di Jakarta, Minggu (24/5), untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Menteri koperasi Ferry Juliantono ditunjuk sebagai Ketua Harian MES mendampingi Ketua Umum Rosan P. Roeslani, dan pengukuhan dilakukan oleh KH. Ma’ruf Amin.
Ferry menegaskan MES akan berperan sebagai pendamping pelaku usaha syariah, termasuk UMKM dan koperasi, terutama terkait perizinan dan pengembangan bisnis. MES juga menekankan penguatan sektor riil, industri halal, dan kolaborasi riset bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam serta KNEKS.
Dampak
Bagi pelaku UMKM, koperasi, dan industri halal, agenda MES mengarah pada pendampingan yang lebih terstruktur untuk mempercepat pengembangan usaha berbasis syariah. Penguatan kemitraan pemerintah, regulator, dan akademisi diharapkan mempercepat implementasi program ekonomi syariah yang berdampak di tingkat masyarakat.
Struktur kepengurusan baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Jakarta, Minggu (24/5). Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan para pemangku kepentingan.
Dalam kepengurusan tersebut, Menteri koperasi Ferry Juliantono ditunjuk sebagai Ketua Harian MES mendampingi Ketua Umum MES Rosan P. Roeslani yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara. Pengukuhan pengurus dilakukan oleh KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Dewan Pembina PP MES.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar, Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari, Ketua Dewan Pakar PP MES KH. Adi Hidayat, Wakil Menteri koperasi Farida Farichah, serta perwakilan kementerian, pemerintah daerah, dan akademisi ekonomi syariah. Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan arah MES untuk memperluas kemitraan dalam mendorong ekonomi syariah yang berdampak langsung di masyarakat.
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan MES tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga harus hadir sebagai instrumen nyata yang membantu pelaku usaha syariah, termasuk UMKM dan koperasi. Ia menyebut MES akan aktif mendampingi pelaku usaha dalam menghadapi persoalan perizinan dan pengembangan bisnis berbasis syariah.
Ferry menilai penguatan UMKM, koperasi, dan industri halal menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia. Ia juga menekankan pengembangan ekonomi syariah ke depan perlu lebih berfokus pada sektor riil, salah satunya melalui penguatan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Selain itu, MES akan memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mendorong kajian, penelitian, serta pengembangan konsep ekonomi syariah yang dapat diterapkan langsung di lapangan. Melalui kepengurusan baru ini, MES diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.



