Wamenkop Tepis Isu Orang Titipan dalam Rekrutmen Manajer koperasi Merah Putih

Ringkasan AI
Ringkasan
Wamenkop Farida Farichah menepis isu rekayasa hasil Computer Assisted Test (CAT) rekrutmen manajer koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, menyusul keluhan peserta yang mengaku jawaban berubah otomatis. Ia menegaskan seleksi tidak dirancang menguntungkan pihak tertentu dan tidak ada orang dalam maupun peserta titipan.
Farida menyatakan persoalan teknis CAT sudah ditangani bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN), karena pelaksanaan tes menggunakan fasilitas kantor regional BKN di berbagai provinsi. Kementerian sebagai bagian panselnas mengoordinasikan laporan media sosial ke BKN dan meminta publik tidak percaya tawaran kelulusan berbayar.
Dampak
Klarifikasi ini menegaskan bahwa pengelolaan sistem ujian berada pada kewenangan BKN, sementara Kementerian koperasi berperan dalam koordinasi pengawasan. Penanganan laporan diharapkan menjaga kepercayaan publik pada rekrutmen manajer koperasi.
Masyarakat diimbau menghindari penipuan berkedok “titipan” atau janji kelulusan dengan imbalan uang.
JAKARTA - Wakil Menteri koperasi Farida Farichah menepis isu adanya dugaan rekayasa hasil ujian kandidat manajer koperasi Merah Putih yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Bantahan itu disampaikan menyusul keterangan sejumlah peserta ujian yang mengaku jawaban mereka tiba-tiba berubah otomatis di sistem. Farida menyatakan seleksi manajer koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak dirancang untuk menguntungkan pihak tertentu.
Farida mengatakan, narasi yang beredar menyebut seleksi ujian tersebut dapat menguntungkan peserta yang memiliki koneksi dengan birokrasi. Ia menegaskan tidak ada orang dalam maupun peserta titipan dalam proses rekrutmen. "Enggak, enggak ada (orang dalam). Dijamin tidak ada titipan. Kalaupun kemudian ada masyarakat yang seolah-olah ada titipan dengan membayar sekian, sudah pasti itu adalah penipuan," kata Farida dalam jumpa pers di kantor Kementerian koperasi, Jumat (8/5/2026).
Terkait persoalan sistem CAT yang ramai diperbincangkan, Farida menyebut masalah itu telah ditangani kementerian bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menekankan, secara birokrasi dan teknis, proses rekrutmen jabatan manajer koperasi menjadi domain BKN karena tes dilakukan menggunakan fasilitas kantor regional BKN yang tersebar di puluhan provinsi. Menurutnya, skema tersebut membuat pengelolaan pelaksanaan ujian, termasuk sistem dan infrastrukturnya, berada pada kewenangan BKN.
Farida menambahkan, kementerian terlibat sebagai bagian dari panitia seleksi nasional dan terus mengoordinasikan berbagai laporan yang beredar. Ia mengatakan laporan-laporan dari media sosial sudah disampaikan kepada BKN dan panselnas di bawah PNRB untuk ditindaklanjuti. Koordinasi itu, kata Farida, menghasilkan klarifikasi serta penjelasan dari BKN mengenai isu yang berkembang.
"Kami tentu saja bagian dari panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga panselnas di bawah PNRB. Hasilnya adalah itu tadi, klarifikasi dan penjelasan dari BKN," ujar Farida. Ia kembali menegaskan, pihaknya memastikan proses seleksi manajer koperasi Merah Putih berjalan sesuai ketentuan dan meminta masyarakat tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan kelulusan dengan imbalan uang.



