CORE Soroti Kesiapan SDM di Balik Target 1.000 Kopdes Beroperasi

Ringkasan AI
Ringkasan
Pemerintah menargetkan 1.000 Kopdes Merah Putih mulai beroperasi pada pertengahan Mei 2026. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai capaian itu lebih mencerminkan peluncuran awal karena rekrutmen dan pelatihan manajer masih berjalan hingga pertengahan tahun.
Ia menekankan tantangan utama ada pada kesiapan institusional, tata kelola, dan SDM, bukan pembangunan fisik seperti gudang dan cold storage. Yusuf juga menyoroti perlunya model bisnis yang disesuaikan dengan karakter ekonomi tiap desa, dengan potensi pada rantai pasok komoditas lokal.
Dampak
Keberhasilan Kopdes akan memengaruhi efektivitas layanan logistik dan pemasaran hasil desa, termasuk penyimpanan dan agregasi panen. Publik dan pelaku usaha desa perlu mencermati keberlanjutan operasional beberapa bulan setelah berjalan serta kesesuaian unit usaha dengan komoditas setempat.
Pemerintah menargetkan operasional 1.000 Kopdes Merah Putih mulai pertengahan Mei 2026. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai target tersebut kemungkinan baru sebatas peluncuran awal atau soft launch, bukan operasional penuh.
Yusuf mengatakan tantangan utama program Kopdes bukan pada pembangunan fisik, melainkan kesiapan institusional dan model bisnis di daerah. Menurut dia, pemerintah memang cepat membangun infrastruktur seperti gudang dan cold storage, namun operasi dibutuhkan tata kelola dan SDM yang matang.
Ia menyoroti proses rekrutmen dan pelatihan manajer yang masih berlangsung hingga pertengahan tahun, membuat fase ini lebih tepat disebut soft launch. Yusuf meminta publik fokus pada keberlanjutan bisnis beberapa bulan setelah beroperasi.
Menurut dia, model bisnis Kopdes perlu disesuaikan karakteristik ekonomi desa masing-masing. Pendekatan terlalu seragam berisiko membuat operasi sulit berkembang. Ia menilai unit usaha paling potensial adalah sektor terhubung rantai pasok komoditas lokal seperti agregator hasil panen dan gudang penyimpanan.



