'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di koperasi Merah Putih

Ringkasan AI
Ringkasan
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai membantah narasi di media sosial X yang menyebut ia meminta masyarakat berbelanja Rp1 juta per bulan di koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menegaskan pernyataan itu hoaks dan telah diklarifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
Pigai mengatakan ia tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut, termasuk narasi lain yang mengaitkannya dengan rencana koperasi Merah Putih. Ia meminta masyarakat selektif terhadap informasi di media sosial dan menjadikan media massa sebagai rujukan utama.
Dampak
Klarifikasi ini penting untuk mencegah kesalahpahaman publik terhadap program koperasi Merah Putih dan nama pejabat terkait. Penyebaran informasi palsu dinilai berisiko memicu disinformasi di tengah masyarakat.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi tokoh publik untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya. Masyarakat diminta lebih berhati-hati agar tidak ikut memperluas hoaks.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai membantah keras narasi di media sosial X yang menyebut dirinya meminta masyarakat berbelanja Rp1 juta setiap bulan di koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Informasi itu dipastikan hoaks dan telah diklarifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
Dalam keterangannya kepada awak media, Pigai menegaskan bahwa ia tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang beredar di media sosial. Ia juga menyayangkan informasi palsu tersebut ikut disebarluaskan oleh sejumlah tokoh publik. “Saya tidak pernah mengatakan hal itu,” ujar Pigai.
Pigai menegaskan, komentar resminya hanya disampaikan melalui akun media sosial X miliknya sendiri. Ia membantah narasi lain yang mengaitkan dirinya dengan rencana pembangunan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang disebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat adat, dukun, aktivis, jurnalis, hingga pejabat kementerian dan lembaga.
Menurut Pigai, seluruh informasi itu tidak pernah ia sampaikan. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan menjadikan media massa yang bekerja sesuai kaidah jurnalistik sebagai rujukan utama. Pigai juga menekankan bahwa setiap tokoh publik memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar dan tidak memicu penyebaran disinformasi.
Narasi yang dibantahnya sebelumnya beredar luas melalui unggahan di media sosial dan memicu penafsiran yang keliru terkait program koperasi Merah Putih. Pigai berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang terlanjur menyebar di tengah masyarakat.



