Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi koperasi TKBM

Ringkasan AI
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan aplikasi Digital Ecosystem for Port Operations and Labor Management (Dermaga) untuk mendukung transformasi digital koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Indonesia. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyebut platform ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tata kelola, serta transparansi dan akuntabilitas pengelolaan tenaga kerja pelabuhan.
Aplikasi ini mengintegrasikan penugasan, absensi, pencatatan bongkar muat, penggajian, pembayaran digital, pelaporan operasional, dan dashboard manajemen. Pemerintah menilai sistem ini penting untuk menyediakan data yang lebih akurat, memperkuat perlindungan sosial pekerja, dan mendukung produktivitas di pelabuhan.
Dampak
Bagi koperasi TKBM, Dermaga membuat proses kerja lebih tertib, terukur, dan terdokumentasi dalam satu sistem. Pekerja juga diuntungkan karena hak-hak mereka lebih mudah dipantau melalui data yang valid.
Bagi sektor pelabuhan, digitalisasi ini mempercepat layanan dan memudahkan pengambilan keputusan oleh koperasi maupun pemerintah sesuai kewenangan. Langkah ini menjadi bagian dari modernisasi pengelolaan tenaga kerja bongkar muat di Indonesia.
Peluncuran aplikasi Digital Ecosystem for Port Operations and Labor Management (Dermaga) menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Indonesia. Platform ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola koperasi, serta menghadirkan sistem pengelolaan tenaga kerja yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, aplikasi Dermaga tidak hanya mendukung operasional sehari-hari koperasi TKBM, tetapi juga menyediakan data dan informasi yang lebih akurat untuk membantu proses pengambilan keputusan oleh koperasi maupun pemerintah sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut dia, digitalisasi ini dibutuhkan agar pengelolaan tenaga kerja bongkar muat bisa berjalan lebih tertib dan terukur.
Melalui sistem tersebut, proses penugasan tenaga kerja, absensi, pencatatan aktivitas bongkar muat, penggajian, pembayaran digital, pelaporan operasional, hingga penyajian dashboard manajemen dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu platform. Dengan begitu, aktivitas kerja di pelabuhan diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
Afriansyah menilai kehadiran aplikasi Dermaga juga dapat memperkuat perlindungan sosial bagi tenaga kerja bongkar muat. Data yang lebih valid dan terdokumentasi dinilai akan memudahkan pemantauan, sekaligus membantu memastikan hak-hak pekerja lebih terjaga.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi TKBM merupakan bagian dari upaya modernisasi layanan di sektor pelabuhan. Pemerintah berharap aplikasi ini dapat menjadi fondasi bagi tata kelola yang lebih baik serta mendukung peningkatan produktivitas di lapangan.



