Dekopin: Juli Bulan koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan

Ringkasan AI
Ringkasan
Dekopin menyebut perayaan Hari koperasi Nasional 2026 masih berlangsung di berbagai daerah sepanjang Juli. Kegiatan tidak hanya terpusat pada satu hari, tetapi digelar di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota untuk memperkuat semangat berkoperasi.
Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi, Teguh Eko Prastyono, menegaskan koperasi berperan penting dalam ekonomi kerakyatan. Dekopin juga meminta pemerintah menjadikan momentum ini untuk menyelesaikan persoalan koperasi, seperti tata kelola, akses modal, digitalisasi, dan kualitas SDM.
Dampak
Peringatan ini menyoroti perlunya pembenahan koperasi agar lebih sehat dan adaptif. Bagi masyarakat, penguatan koperasi berarti peluang peningkatan layanan, pembiayaan, dan partisipasi ekonomi yang lebih luas.
Bagi sektor koperasi, agenda ini menjadi pengingat bahwa masalah klasik masih harus ditangani, termasuk regenerasi pengurus dan transformasi digital. Jika direspons serius, koperasi bisa lebih siap menghadapi tantangan ekonomi.
Perayaan Hari koperasi Nasional 2026 masih berlangsung di berbagai daerah sepanjang Juli. Dewan koperasi Indonesia (Dekopin) menyebut sejumlah wilayah tetap menggelar rangkaian kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap gerakan koperasi sekaligus memperkuat semangat berkoperasi di masyarakat.
Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi, Teguh Eko Prastyono, mengatakan peringatan Hari koperasi tidak hanya dipusatkan pada satu hari perayaan, melainkan digelorakan selama bulan Juli melalui agenda di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Menurut Teguh, momentum ini penting untuk membangkitkan kembali semangat berkoperasi.
Ia menilai koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Karena itu, peringatan Hari koperasi Nasional 2026 harus menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kelembagaan koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Dekopin juga berharap pemerintah menjadikan Hari koperasi Nasional sebagai momentum mempercepat penyelesaian berbagai persoalan koperasi. Penguatan regulasi, akses pembiayaan, digitalisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia disebut perlu menjadi agenda bersama agar koperasi dapat berkembang lebih sehat dan adaptif.
Sejumlah persoalan koperasi masih menjadi sorotan, antara lain lemahnya tata kelola pada sebagian koperasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia pengelola, terbatasnya akses permodalan, belum meratanya transformasi digital, serta minimnya regenerasi anggota dan pengurus. Dekopin menilai tantangan-tantangan tersebut perlu segera diatasi agar koperasi benar-benar mampu menjadi sokoguru ekonomi rakyat.



