LPDB koperasi Bawa Pengalaman Dana Bergulir Indonesia ke Forum koperasi Pertanian ASEAN

Ringkasan AI
Ringkasan
LPDB koperasi memaparkan pengalaman Indonesia dalam pembiayaan dana bergulir untuk koperasi pertanian pada forum ACEDAC dan ASWGAC di Yogyakarta, 12–13 Oktober 2026. Direktur Umum dan Hukum LPDB koperasi, Deva Rachman, menekankan akses pembiayaan terjangkau, pemberdayaan koperasi perempuan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Forum ASEAN juga menyoroti pengembangan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penghubung petani dengan pasar dan rantai pasok. Sejak 2008, LPDB menyalurkan Rp22,91 triliun kepada 3.930 koperasi di 36 provinsi, dengan lebih dari 529.000 pengguna akhir.
Dampak
Pembiayaan LPDB memperkuat sektor pertanian melalui tarif jasa mulai 3 persen, tanpa biaya administrasi dan provisi. Pada 2026, penyaluran ke sektor pertanian mencapai Rp379,28 miliar dan menjangkau komoditas utama seperti tebu, gula, tembakau, pupuk, peternakan, susu, dan perikanan.
Dukungan untuk koperasi perempuan juga meningkat, dengan penyaluran Rp542,64 miliar hingga Oktober 2026. Langkah ini memperluas akses modal bagi petani dan pelaku usaha koperasi di Indonesia serta menjadi referensi bagi negara ASEAN lainnya.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) koperasi mendorong penguatan koperasi pertanian di kawasan ASEAN melalui akses pembiayaan yang terjangkau, pemberdayaan koperasi perempuan, serta pemanfaatan teknologi digital. Hal itu disampaikan Direktur Umum dan Hukum LPDB koperasi, Deva Rachman, dalam pertemuan ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural koperasies (ACEDAC) dan pertemuan ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural koperasies (ASWGAC) di Yogyakarta, 12–13 Oktober 2026.
Dalam forum yang dihadiri delegasi negara-negara anggota ASEAN tersebut, Deva memaparkan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan pembiayaan dana bergulir untuk koperasi, khususnya di sektor pertanian dan koperasi yang melibatkan serta dipimpin perempuan. Menurut dia, dukungan dan keberpihakan pemerintah menjadi kunci dalam membangun ekosistem koperasi yang mampu memperkuat produktivitas petani, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendukung ketahanan pangan.
Salah satu program yang menjadi perhatian delegasi ASEAN adalah pengembangan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Model ini menempatkan koperasi sebagai penghubung antara petani, pasar, dan rantai pasok melalui fungsi agregator, konsolidator, serta pembeli hasil produksi (off-taker). Sejumlah delegasi ASEAN disebut mengapresiasi pendekatan tersebut dan menyatakan ketertarikan untuk mempelajarinya sebagai referensi pengembangan koperasi di negara masing-masing.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian koperasi, LPDB koperasi berfokus pada pembiayaan dan pemberdayaan koperasi. Pelaksanaan tugas itu bertumpu pada tiga prinsip, yakni keberhasilan penyaluran pembiayaan, keberhasilan pemanfaatan dana, dan keberhasilan pengembalian dana agar dapat kembali disalurkan kepada koperasi lainnya.
Untuk mendukung pelaku usaha di sektor riil, LPDB koperasi menyediakan pembiayaan dengan tarif jasa yang kompetitif, mulai dari 3 persen menggunakan metode perhitungan sliding rate, serta tanpa biaya administrasi dan provisi. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, sejak 2008 hingga Oktober 2026, LPDB koperasi telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp22,91 triliun kepada 3.930 koperasi mitra di 36 provinsi, dengan manfaat yang menjangkau lebih dari 529.000 pengguna akhir.
Khusus sektor pertanian, pembiayaan pada 2026 mencapai sekitar Rp379,28 miliar, meningkat tujuh kali lipat dibandingkan 2021. Pembiayaan itu menjangkau berbagai komoditas dan kegiatan usaha, antara lain tebu dan gula, tembakau, sarana produksi serta pupuk pertanian, peternakan dan susu, hingga perikanan. Selain itu, pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari strategi pembiayaan LPDB koperasi, dengan total penyaluran kepada koperasi yang berfokus pada perempuan maupun dipimpin perempuan mencapai sekitar Rp542,64 miliar hingga Oktober 2026 dan menjangkau lebih dari 363.000 anggota perempuan.



