Menkop Sebut 6.300 Kopdes Energi Terbarukan Siap Beroperasi

Ringkasan AI
Ringkasan
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan 6.300 Koperasi Merah Putih berbasis energi terbarukan di desa dan kelurahan telah memasuki tahap operasional, dengan infrastruktur fisik dinyatakan rampung. Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan ke KKMP Manulai 2 di Kupang, NTT, saat pemerintah memprioritaskan wilayah yang masih membutuhkan akses energi terbarukan.
Pemerintah mendorong pemanfaatan PLTS mini sekitar 0,5 MW yang dikelola koperasi untuk kebutuhan usaha dan rumah tangga, serta pengembangan usaha lain seperti SPBU solar nelayan, pabrik es, dan pos wisata. Secara nasional, Kemenkop menggandeng PT Energy Absolute GreenX Indonesia lewat PKEKI yang menargetkan implementasi di lebih dari 80.000 koperasi desa.
Dampak
Pengelolaan PLTS oleh koperasi membuka akses listrik terbarukan bagi warga dan pelaku usaha di desa, sekaligus menambah sumber pendapatan koperasi melalui layanan energi dan usaha pendukung. Program PKEKI memperluas peran koperasi dalam transisi energi dan penguatan ekonomi lokal, terutama di daerah terpencil.
Sebanyak 6.300 Koperasi Merah Putih yang berbasis energi terbarukan di tingkat desa dan kelurahan telah resmi memasuki tahap operasional. Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan seluruh infrastruktur pendukung telah tuntas disiapkan.
Hal tersebut disampaikan Ferry usai mengunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, pada Sabtu (25/4/2026). Ia menyebut dari total sekitar 25.000 koperasi yang tengah dibangun, pemerintah kini memprioritaskan daerah-daerah yang masih memerlukan dukungan akses energi terbarukan.
Dari sisi fisik, seluruh bangunan, gerai, dan perlengkapan koperasi dilaporkan telah rampung sepenuhnya. Pemerintah kini berkonsentrasi pada pemerataan pemanfaatan energi terbarukan hingga ke pelosok desa dan kelurahan, salah satunya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala mini berkapasitas sekitar setengah megawatt. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan usaha sekaligus kebutuhan rumah tangga warga setempat, dan dikelola langsung oleh koperasi desa atau kelurahan.
Selain energi surya, koperasi di NTT juga didorong untuk merambah sektor lain seperti penyediaan SPBU solar bagi nelayan, pabrik es batu, hingga pos wisata. KKMP Manulai 2 sendiri disebut sebagai contoh positif karena telah aktif membeli dan menjual hasil gabah secara mandiri.
Di tingkat nasional, Kementerian Koperasi RI menggandeng PT Energy Absolute GreenX Indonesia dalam Program Kemandirian Energi Koperasi Indonesia (PKEKI), yang menargetkan implementasi di lebih dari 80.000 koperasi desa se-Indonesia. Program ini diklaim sebagai salah satu inisiatif energi terbarukan berbasis koperasi terbesar di Asia, sekaligus bagian dari strategi nasional untuk mempercepat transisi energi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.



