Sempat Raup Rp 6 Juta Saat Awal Buka, koperasi Merah Putih Wates Magelang Kini Sepi

Ringkasan AI
Ringkasan
koperasi Merah Putih Kelurahan Wates, Kota Magelang, masih sepi pembeli meski telah beroperasi hampir satu bulan sejak diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026. Ketua koperasi, Edy Susanto, menyebut tantangan utama adalah ketidaksesuaian antara ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat, terutama produk sembako yang kurang variatif. Pada dua hari pertama setelah peresmian, koperasi mencatatkan pendapatan sekitar Rp 6 juta, namun angka kunjungan menurun tajam setelahnya. Beberapa rak dan etalase apotek di lokasi juga masih kosong.
Dampak
Sepinya pengunjung menunjukkan bahwa program prioritas pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi desa dan kelurahan belum berjalan optimal di tingkat implementasi. Kondisi ini berpotensi menghambat pencapaian tujuan penyediaan kebutuhan pokok, layanan simpan pinjam, serta pengembangan UMKM berbasis koperasi di masyarakat.
Pengurus koperasi Merah Putih Kelurahan Wates, Kota Magelang, mengakui usahanya masih sepi pembeli meski telah hampir satu bulan beroperasi. koperasi yang berlokasi di kompleks Rumah Susun Sewa Wates ini menjual beragam produk rumah tangga, mirip dengan minimarket.
Ketua koperasi Merah Putih Kelurahan Wates, Edy Susanto, Kamis (11/6/2026), mengatakan tantangan utama yang dihadapi adalah mempertemukan keinginan masyarakat dengan ketersediaan barang di koperasi. koperasi ini resmi beroperasi pada 16 Mei 2026, bertepatan dengan peresmian serentak oleh Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang belum optimal. Sebagian rak sudah terisi produk, namun sebagian lainnya masih kosong. Sebuah lemari pendingin dan etalase yang bertuliskan "apotek" terpantau masih kosong melompong.
Edy menceritakan, hari pertama dan kedua setelah peresmian, koperasi mendapat kunjungan yang cukup tinggi. Dalam dua hari tersebut, koperasi mencatatkan pendapatan sekitar Rp 6 juta. Namun, setelah itu jumlah pengunjung mulai menurun karena banyak barang yang dibutuhkan masyarakat belum tersedia.
"Rata-rata pengunjung membutuhkan barang sembako seperti minyak goreng, beras, dan gula. Produk-produk tersebut memang sudah tersedia, tetapi tidak variatif," ujar Edy.
Ia menegaskan, sepinya pembeli tidak terkait dengan keberadaan minimarket lain di sekitar lokasi yang menawarkan produk lebih beragam. Menurutnya, harga produk di koperasi Merah Putih Wates justru lebih rendah.
"Tingkat kunjungan ke KMP Wates ini memang belum seperti yang kami harapkan. Kami terus berusaha meminta ke PT Agrinas (Pangan Nusantara) supaya menyinkronkan kebutuhan dengan masyarakat," kata Edy.
koperasi Merah Putih merupakan program prioritas pemerintah yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan. Program ini mencakup penyediaan kebutuhan pokok, layanan simpan pinjam, serta pengembangan UMKM berbasis koperasi.



