Prabowo Klaim koperasi Desa Ciptakan 18.008 Lapangan Kerja, Tak Bergantung Asing

Ringkasan AI
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan di rapat paripurna DPR RI terkait KEM-PPKF, Rabu (20/5/2026), bahwa penguatan koperasi desa dipacu untuk menciptakan lapangan kerja dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Ia mengklaim 1.061 koperasi desa yang sudah operasional membuka 18.008 pekerjaan baru, dengan ketentuan hanya diisi warga desa setempat.
Prabowo menegaskan Indonesia tetap membutuhkan investasi asing, tetapi tidak ingin bergantung pada modal luar. Ia juga menekankan peran negara menjaga keseimbangan pertumbuhan dan pemerataan melalui ekonomi kerakyatan dan gotong royong.
Dampak
Jika model koperasi desa diperluas, peluang kerja formal di pedesaan meningkat dan perputaran ekonomi lokal terdorong. Kebijakan ini juga menjadi sinyal arah fiskal 2027 yang menekankan penciptaan kerja, investasi, dan pengurangan ketimpangan.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan menggenjot penciptaan lapangan kerja melalui penguatan koperasi desa di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyampaikan hal itu saat rapat paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengatakan koperasi desa yang sudah beroperasi mampu membuka ribuan pekerjaan baru di wilayah pedesaan. “Setiap koperasi desa akan membuka lapangan kerja normal baru di desa-desa. Setiap koperasi butuh 17 pekerja. Artinya, dari 1.061 koperasi yang sudah operasional, kita telah buka 18.008 kerja baru yang hanya boleh diisi oleh warga desa setempat,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Prabowo, penciptaan kerja melalui koperasi merupakan salah satu bagian dari program prioritas pemerintah. Ia menyebut kabinet telah menyusun klaster program kerja prioritas yang mencakup 60 program hingga 2026, seiring upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi sekaligus mendorong kesempatan kerja.
Di sisi lain, Prabowo menekankan Indonesia tetap membutuhkan investasi asing untuk menopang pembangunan, namun tidak boleh bergantung sepenuhnya pada modal dari luar negeri. “Kita butuh investasi dari luar, tapi kita tidak mau tergantung hanya investasi dari luar. Kita yakin bahwa kita bisa kerahkan kekuatan kita. Kita tidak boleh mengemis, kita tidak boleh bertekuk lutut, kita tidak boleh menghambakan diri kepada bangsa lain,” katanya.
Prabowo menilai pembangunan ekonomi Indonesia harus bertumpu pada kekuatan nasional, termasuk budaya gotong royong dan ekonomi kerakyatan. Ia juga menegaskan negara perlu berperan aktif menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. “Ekonomi kita harus berkeadilan sosial. Negara harus hadir. Negara harus memastikan pertumbuhan sekaligus pemerataan. Negara harus ambil inisiatif untuk bantu rakyat yang belum mampu, rakyat yang belum berdaya,” ujarnya.
Ia mencontohkan Amerika Serikat, Jepang, China, dan Korea Selatan yang menurutnya pernah mengandalkan intervensi negara yang kuat saat menghadapi masa krisis ekonomi. Pernyataan itu disampaikan ketika pemerintah menyusun arah kebijakan fiskal dan ekonomi makro tahun depan, termasuk target pertumbuhan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan ketimpangan.



