Menkop Ferry Dorong Kopdit Obor Mas NTT Jadi Kebanggaan Nasional

Ringkasan AI
Ringkasan
Menteri koperasi Ferry Juliantono berdialog dengan pengurus koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Sikka di Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas, NTT, menegaskan koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat. Ia meminta KDKMP memprioritaskan penjualan produk lokal dan mendorong tata kelola profesional, transparan, serta akuntabel.
Ferry mendorong Kopdit Obor Mas terus berkembang menjadi kebanggaan nasional, dengan aset hampir Rp2 triliun. Di Sikka, ada 31 titik pembangunan KDKMP, sementara Obor Mas ditunjuk sebagai “kakak asuh” untuk memetakan pendampingan awal dari 194 KDMP di NTT.
Dampak
Penguatan KDKMP berpotensi memperluas pasar produk lokal dan memperkuat usaha produktif di desa, disertai peningkatan literasi keuangan warga. Penunjukan Obor Mas sebagai pendamping mempercepat penguatan kelembagaan koperasi di NTT melalui sinergi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
SIKKA, Nusa Tenggara Timur - Menteri koperasi Ferry Juliantono menghadiri dialog bersama pengurus koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas, Ferry menegaskan posisi strategis koperasi sebagai instrumen utama penguatan ekonomi rakyat. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sikka yang menginisiasi ruang dialog untuk memperkuat sinergi membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Ferry menjelaskan KDKMP dirancang untuk menghadirkan pusat ekonomi produktif dari tingkat desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan barang yang dijual di KDKMP diprioritaskan produk lokal asli wilayah setempat, sehingga manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan warga. Menurutnya, penguatan ekosistem usaha desa harus bertumpu pada potensi yang sudah ada di masing-masing daerah.
Dalam arahannya, Ferry turut mendorong KSP Kopdit Obor Mas terus berkembang dan menjadi kebanggaan nasional. Ia menilai capaian aset Obor Mas yang hampir menyentuh Rp 2 triliun menunjukkan peran besar koperasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat di NTT. Ferry menyebut capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan yang konsisten dapat memperluas dampak koperasi bagi anggota dan komunitas sekitar.
Untuk Kabupaten Sikka, Ferry menyampaikan terdapat 31 titik pembangunan KDKMP yang sedang berjalan. Ia menilai perkembangan itu menunjukkan koperasi mulai menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan. Namun, Ferry mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel agar program berjalan berkelanjutan.
Ferry menambahkan koperasi harus mampu membantu masyarakat melalui penguatan usaha produktif, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan usaha desa. Ia berharap model pendampingan dan sinergi antarpemangku kepentingan dapat memperkuat ketahanan ekonomi warga dari akar rumput.
Sementara itu, Plt Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas Velerianus Samador menyampaikan kebanggaannya atas penunjukan dari Kementerian koperasi yang menempatkan Kopdit Obor Mas sebagai salah satu “kakak asuh” bagi KDKMP di NTT. Ia mengatakan dari total 194 KDMP, pihaknya akan melakukan pemetaan untuk menentukan koperasi yang diprioritaskan dalam pendampingan tahap awal. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Direktur Utama LPDB Krisdiyanto, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sikka.



