Sebanyak 60 Ribu koperasi Merah Putih Ditargetkan Aktif Beroperasi Pada Akhir 2026

Ringkasan AI
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto menargetkan lebih dari 60 ribu koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) aktif beroperasi pada akhir 2026 untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Saat ini 1.061 KDMP telah berjalan, dan pemerintah menargetkan sekitar 20 ribu koperasi mulai beroperasi bertahap pada Agustus 2026.
Target itu disampaikan dalam penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 di kompleks MPR/DPR/DPD, Jakarta, 20 Mei 2026. Prabowo menyebut KDMP sebagai penggerak ekonomi dari level desa/kelurahan serta rantai pasok awal yang dapat dikuasai pemerintah.
Dampak
Program KDMP diarahkan untuk memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat dan memperluas akses layanan ekonomi di desa serta kelurahan. Pemerintah menilai operasional koperasi dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja di daerah.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan lebih dari 60 ribu unit koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dapat beroperasi hingga akhir tahun 2026 untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan. Hingga kini, sebanyak 1.061 unit KDMP telah beroperasi di berbagai daerah. Pemerintah juga optimistis sekitar 20 ribu koperasi Merah Putih akan mulai berjalan secara bertahap pada Agustus mendatang.
Prabowo menyampaikan target tersebut dalam Rangka Penyampaian KEM-PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Ia menilai keberadaan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dari level paling bawah. “koperasi ini adalah rantai pasok pertama di Republik kita yang bisa dikuasai oleh pemerintah,” ucap Prabowo.
Menurut Prabowo, program KDMP diharapkan memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan ekonomi di desa dan kelurahan. Ia menyebut koperasi dapat membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan pekerjaan di daerah. Pemerintah menyiapkan pengembangan operasional secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Sebelumnya, saat meresmikan operasionalisasi 1.061 KDMP di Nganjuk, Jawa Timur, Prabowo menyebut momen itu sebagai peristiwa bersejarah. Ia menilai peresmian tersebut menjadi kali pertama pemerintah meresmikan operasional koperasi desa dalam jumlah besar dengan fasilitas yang telah siap digunakan. “Secara fisik, gedungnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur logistiknya ada, ada truk, kendaraan roda tiga, saya kira hari ini cukup penting,” ungkap Prabowo.
Prabowo juga menilai capaian tersebut sebagai prestasi karena konsep koperasi dapat diwujudkan hingga siap beroperasi dalam waktu kurang dari satu tahun sejak pembangunan dimulai. Ia merinci pembangunan fisik dimulai sekitar November 2025 dan dalam waktu tujuh bulan sudah dapat mengoperasionalkan seribu unit. “Intinya bahwa kita mendirikan dari konsep sampai terwujud itu kurang dari satu tahun. Pembangunan fisik saja dimulai kurang lebih November 2025, sampai sekarang berarti kurang tujuh bulan. Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan seribu koperasi,” ujar Prabowo.



