Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih, Minta Pejabat yang Absen Dicatat

Ringkasan AI
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026, dihadiri pejabat pusat dan daerah. Dalam sambutan, ia menyebut daftar hadir berisi 67 nama, tidak memanggil menteri satu per satu, tetapi mengabsen anggota DPR dan pejabat daerah.
Prabowo meminta pejabat yang namanya tercantum namun tidak hadir agar dicatat, lalu menegaskan tetap berprasangka baik. Ia menyebut ketidakhadiran bisa karena agenda lain, termasuk perjalanan luar negeri, serta menyinggung perlunya mengecek izin dan sumber biaya jika berada di luar negeri.
Dampak
Peresmian KDMP menandai dimulainya operasional ribuan koperasi desa yang berpotensi memperkuat layanan ekonomi di tingkat desa. Penekanan pada pencatatan kehadiran dan izin perjalanan menyoroti aspek disiplin serta akuntabilitas pejabat dalam kegiatan pemerintahan.
Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih, Minta Pejabat yang Absen Dicatat
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 koperasi Desa Merah Putih atau KDMP di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Peresmian itu dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk menteri, anggota DPR, serta kepala daerah.
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung banyaknya pejabat yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan daftar tamu yang tercatat cukup panjang, yakni mencapai 67 nama. "Ini daftar pejabat yang hadir panjang sekali ini, jumlahnya cukup banyak, 67 nama, tanpa mengurangi rasa hormat saya, menteri-menteri enggak usah disebut ya, kalian sudah hafal ya," kata Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.
Meski tidak menyebut para menteri satu per satu, Prabowo memilih memanggil nama anggota DPR yang hadir. Setelah itu, ia juga mengabsen sejumlah pejabat daerah yang mengikuti peresmian koperasi tersebut. "Bupati-bupati yang hadir banyak sekali ini, ini sekalian absen," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian melanjutkan dengan membacakan nama-nama pejabat yang tercatat dalam daftar kehadiran. Setelah selesai, ia melontarkan candaan agar pejabat yang disebut namanya tetapi tidak hadir ikut dicatat. "Dicatat tadi ya pejabat-pejabat yang enggak hadir itu," ucapnya, disambut tawa para pejabat yang hadir.
Namun, Prabowo menegaskan tetap berprasangka baik terhadap pejabat yang tidak hadir. Ia menyebut kemungkinan mereka memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan, termasuk kegiatan di luar negeri. "Tapi kita berpikir positif, pasti ada kegiatan yang lebih penting dari kegiatan kita atau berada di luar negeri, kalau di luar negeri dicek juga itu, biayanya dari mana, ada izin enggak," imbuhnya.
Sumber: SINDOnews



