koperasi Merah Putih di Solo Mulai Kerja Sama dengan SPPG, Penuhi Kebutuhan MBG

Ringkasan AI
Ringkasan
Sejumlah koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Solo, Jawa Tengah, mulai menjalin kerja sama dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kerja sama ini diinisiasi Pemerintah Kota Solo sejak Maret lalu, dengan salah satu contoh nyata adalah KKMP Joyotakan di Kecamatan Serengan yang rutin menyuplai produk roti ke SPPG setempat. Dari total 54 unit KKMP yang terbentuk di Solo, baru 47 di antaranya yang sudah beroperasi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mewajibkan seluruh SPPG menyerap bahan baku dari koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, UMKM, atau usaha desa lainnya guna mendorong ekonomi daerah sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Dampak
Kerja sama ini membuka peluang pasar baru bagi koperasi kelurahan dalam memasok kebutuhan program MBG, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal di Kota Solo. Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi berbasis koperasi dan UMKM di tingkat kelurahan.
Sejumlah koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Solo, Jawa Tengah mulai bekerja sama dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo, Agung Riyadi, mengatakan Pemerintah Kota Solo sudah mempertemukan antara SPPG dengan KKMP terkait pemenuhan bahan baku MBG di Solo pada Maret lalu. Dari pertemuan itu, ada SPPG dan KKMP yang kemudian menjalin kerja sama.
"Ada beberapa KKMP menyetok barang untuk SPPG. Salah satu contohnya KKMP di Joyotakan," ujar Agung saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (12/6/2026).
Menurut Agung, KKMP Joyotakan yang berada di Kecamatan Serengan secara rutin menyediakan produk roti untuk kebutuhan program MBG di dapur SPPG Joyotakan. Selain itu, KKMP di wilayah lain di Solo juga tercatat ada yang menyuplai kebutuhan bahan baku untuk SPPG.
Agung mengingatkan kepada seluruh KKMP untuk menjaga kepercayaan SPPG dalam pemenuhan kebutuhan program MBG. Ia menjelaskan, dari 54 unit KKMP yang terbentuk di Solo, baru 47 di antaranya yang sudah beroperasi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mewajibkan seluruh SPPG mengambil bahan baku dari desa. Zulkifli menyebut banyak ditemukan SPPG yang melakukan pelanggaran dalam penyediaan bahan baku yang tidak sesuai dengan tata kelola MBG.
Zulkifli mengatakan SPPG dapat mengambil bahan baku dari koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, atau usaha desa lainnya. Ia menekankan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.



