Susah Cari Lahan di Kota, Target 80 Ribu koperasi Merah Putih Dipangkas?

Ringkasan AI
Ringkasan
Menteri koperasi Ferry Juliantono mengakui keterbatasan lahan seluas 1.000 meter persegi menjadi kendala pembangunan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah perkotaan. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (11/6/2026), Ferry menyatakan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan di 40 ribu titik secara bertahap, tidak memaksakan target awal 80 ribu KDMP, dan mengedepankan kualitas operasional koperasi.
Pemerintah sedang mengkaji penyesuaian desain, termasuk pelonggaran luas lahan, penerapan konsep bangunan vertikal, dan penyesuaian untuk desa dengan penduduk sedikit. Hingga saat ini, 83 ribu koperasi telah berbadan hukum, dengan 12.533 unit rampung dibangun dan 22.737 unit仍在 proses. Target operasionalisasi hingga akhir 2026 adalah 40 ribu unit.
Dampak
Penyesuaian target ini memperlambat pencapaian program KDMP di perkotaan, namun memberi kesempatan pemerintah memperbaiki kualitas koperasi yang beroperasi. Pelonggaran aturan lahan berpotensi membuka peluang pembangunan di area padat penduduk, sehingga koperasi lebih mudah diakses masyarakat. Pembagian tugas bertahap juga menjaga kualitas pengelolaan agar tidak terburu-buru.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengakui pemerintah menghadapi kendala dalam pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah perkotaan akibat keterbatasan lahan yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Ferry, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6/2026), mengatakan salah satu syarat pembangunan fisik KDMP adalah ketersediaan lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi. Namun ketentuan tersebut sulit dipenuhi, terutama di kawasan perkotaan yang padat penduduk.
Menurut dia, pemerintah telah melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden dan memutuskan untuk melakukan pembangunan KDMP secara bertahap. Oleh karena itu, pemerintah kini berfokus pada pembangunan paling banyak di 40 ribu titik. Ferry menegaskan pemerintah tidak akan memaksakan target pembangunan 80 ribu KDMP dalam waktu singkat dan akan mengedepankan kualitas operasional koperasi yang dibentuk.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji penyesuaian desain pembangunan KDMP di wilayah perkotaan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melonggarkan ketentuan luas lahan serta menerapkan konsep bangunan vertikal. Selain itu, Ferry menyebut pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian pembangunan fisik Koperasi Merah Putih pada desa atau kelurahan dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit.
Pemerintah terus mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah, setelah sebelumnya meluncurkan operasionalisasi 1.061 koperasi Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai tahap awal implementasi program tersebut. Pemerintah juga berencana meresmikan operasional koperasi secara bertahap dengan target hingga 40 ribu unit dapat beroperasi pada akhir 2026.
Hingga saat ini, sebanyak 83 ribu koperasi telah berbadan hukum, dengan 12.533 unit di antaranya telah menyelesaikan pembangunan fisik dan 22.737 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.



